CARA MENCINTAI TANAH AIR

Tiap diri manusia itu terdiri dari 2 unsur, yaitu ada unsur yang asli penduduk dunia, yakni jasmani dan ada unsur pendatang dari alam ghoib (yang sebagai tamu), yakni rohani. Jadi yang asli sebagai penduduk dunia adalah jasmani, sedangkan ruhani hanyalah sebagai tamu saja. Karenanya tanah airnyapun berbeda-beda. Jasmani mempunyai tanah air sendiri dan ruhani juga mempunyai tanah air sendiri.
Dan oleh hadis Nabi, kita itu diperintahkan untuk mencintai tanah air.
QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA : HUBBUL WATHON MINAL IMAN.
Bersabda Rosululohi s.a.w : Cinta tanah air itu sebagian dari iman.
Oleh karena tanah air itu ada 2 macam, yakni tanah air ruhani dan tanah air jasmani, maka berarti kita juga diperintahkan untuk mencintai tanah air ruhani (tanah air yang abadi) dan juga tanah air jasmani (tanah air yang fana’).
Lalu bagaimana cara mencintai tanah air tersebut? Caranya adalah dengan memakmurkan-nya, yakni memakmurkan dengan amal-amal kebaikan, jangan membuat tanah air menjadi rusak.
Jadi untuk cinta tanah air itu tidak cukup hanya diucapkan saja, seperti mengucap “tanah air yang kucinta”, sebagaimana dalam lagu Indonesia raya. Tetapi juga harus dibuktikan, direalisasikan. Tanpa ada pembuktian atau perealisasian tidaklah ada gunanya.
Orang yang mengaku cinta tanah air, tapi dalam kehidupannya malah membuat kerusakan tanah airnya, yang demikian itu tidak bisa dikatakan cinta tanah air. Dan bila sudah tidak ada rasa cinta tanah airnya, maka bagaimanapun baiknya dan indahnya tanah air, pasti akan dirusak juga atau dibiarkan saja merana atau bahkan dijual.
TANAH AIR
Didalam Alqur-an telah diterangkan bahwa manusia itu diciptakan dari tanah dan air.
WALAQOD KHOLAQNAL INSAANA MIN THIIN ( Almukminun ayat 12 )
Dan sungguh-sungguh kami ciptakan manusia dari sulalah dari THIIN.
Sedangkan THIIN itu adalah satu kesatuan dari tanah dan air.
Dan bagi umat Islam sebenarnya sudah di didik untuk mencintai tanah air, yaitu diajarkan melalui ibadah wudlu. Bukankah setiap umat Islam ketika akan mengerjakan sholat diwajibkan untuk mengerjakan wudlu’ dengan air ?. Sedangkan bila tidak ada air, bukankah diperintahkan untuk bertayamum, yakni bersuci dengan tanah?.
Ini adalah salah satu pendidikan dari Islam, agar cinta tanah air, tidak mengajarkan merusak tanah air.
Dalam Islam juga diajarkan untuk berbuat baik pada tetangga, menghormati tamu dan bicara yang baik.
QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA.
MAN KAA-NA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI FAL YUKHSIN ILAA JAARIHI, WAMAN KAA-NA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI FAL RUK-RIM DLOIFAHU, WAMAN KAA-NA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI FAL YAQUL KHOIRON
Bersabda Rosulullohi s.a.w :
Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka berbuat baiklah pada tetanggamu dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah memulyakan tamunya dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka berkatalah yang baik kepada sesama manusia.
Yang disebut tetangga itu, bisa tetangga antar rumah, antar desa, antar kecamatan, antar kabupaten, antar propinsi, antar negara. Jadi perintah ini juga perintah lintas agama.
Dan dengan hadis ini tahulah kita bahwa :
Bila ada orang Islam yang tidak berbicara baik kepada sesama manusia, maka dinilai bukan sebagai orang yang beriman, begitu juga bila tidak berbuat baik pada tetangga dan tidak menghormati tamu, akan dinilai bukan sebagai mukmin.
Jadi diantara penentu nilai keimanan adalah kemanusiaan. Karenanya keimanan dan kemanusiaan tidaklah boleh lepas dari diri kita dan tidak boleh dipisahkan antara keduanya, sebab itulah rohnya Islam, jiwanya Islam.
Akhirnya,,,, mudah-mudahan kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam dan mengamalkan apa yang ada didalam lambang negara dan pembukaan UUD 1945.

Bersabda Rosulullohi s.a.w :

Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka berbuat baiklah pada tetanggamu dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah memulyakan tamunya dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka berkatalah yang baik kepada sesama manusia.
Yang disebut tetangga itu, bisa tetangga antar rumah, antar desa, antar kecamatan, antar kabupaten, antar propinsi, antar negara. Jadi perintah ini juga perintah lintas agama.
Dan dengan hadis ini tahulah kita bahwa :
Bila ada orang Islam yang tidak berbicara baik kepada sesama manusia, maka dinilai bukan sebagai orang yang beriman, begitu juga bila tidak berbuat baik pada tetangga dan tidak menghormati tamu, akan dinilai bukan sebagai mukmin.
Jadi diantara penentu nilai keimanan adalah kemanusiaan. Karenanya keimanan dan kemanusiaan tidaklah boleh lepas dari diri kita dan tidak boleh dipisahkan antara keduanya, sebab itulah rohnya Islam, jiwanya Islam.
Akhirnya,,,, mudah-mudahan kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam dan mengamalkan apa yang ada didalam lambang negara dan pembukaan UUD 1945.
About these ads