TURUNNYA KEWAJIBAN SHOLAT 5 WAKTU 

Kewajiban sholat 5 waktu itu turun pada tahun 1 kenabian ( 1 tahun setelah Muhammad diangkat jadi Nabi ) yang sebelumnya didahului kewajiban sholatul lail. Setelah kewajiban sholatul lail hampir dapat satu tahun, kemudian pada akhir tahun 1 kenabian barulah diwajibkan sholat 5 waktu. Jadi sholat 5 waktu itu adalah sholat yang diwajibkan pada tahun awal kenabian. Dan ini sesuai dengan hadis nabi :
” Bersabda Rosulullohi s.a.w : Paling awal sholat yang difardlukan Alloh Ta’ala kepada umatku adalah sholat 5 waktu “
Adapun pada waktu isro’ mi’roj (yang terjadi pada tahun 12 kenabian) itu Nabi Muhammad bukanlah menerima kewajiban sholat 5 waktu. Melainkan menerima ketetapan kewajiban sholat 5 waktu, tidak akan dirubah selama-lamanya sampai hari qiamat. Kemudian sholatul lail dirubah dari wajib menjadi sunnah.
Dan kenyataannya pada tahun awal kenabian, Siti khotijah sudah diajari sholat 5 waktu oleh Nabi. Jadi Siti Khotijah sebelum isro’ mi’roj ( tahun 12 kenabian ) itu sudah mengerjakan sholat 5 waktu. Dan Siti Khotijah juga tidak mengetahui waktu terjadinya isro’ mi’roj dikarenakan pada tahun 10 kenabian Siti Khotijah wafat.
Memang keterangan diumum itu waktu isro’ mi’roj Nabi Muhammad menerima kewajiban sholat 5 waktu. Bahkan diceritakan : sebelum menjadi 5 waktu itu asalnya 50 waktu. Kemudian diajari oleh Nabi Musa ( Nabinya Bani Isroil ) supaya minta dikurangi dikarenakan umatnya Muhammad ringkih-ringkih, sampai akhirnya menjadi 5 waktu ( 17 rokaat ).
Lengkapnya DI SINI
TANGGAPAN MENGENAI HADITS YANG MENCERITAKAN NABI MUHAMMAD S.A.W DIAJARI OLEH NABI MUSA A.S.
Syariatnya Nabi Muhammad itu tidak diajari oleh Nabi lain termasuk oleh Nabi Musa. Dan Nabi Musa sendiri adalah Nabi yang khusus untuk Bani Isroil, diluar Bani isroil tidak boleh. Sedangkan sholat 5 waktu itu adalah untuk seluruh dunia, bukan hanya untuk orang Arab. Jadi jika dikatakan Nabi Musa mengajari Nabi Muhammad maka berarti Musa itu expansi.
Meskipun toh ini diterangkan dalam hadis Bukhori, yakni hadis yang shohehnya diakui internasional, tapi bila dilihat dalam Alqur-an tidak ada maka tentulah meragukan.
Meskipun begitu jika ada orang berpendapat demikian hendaklah dihormati.
TANGGAPAN MENGENAI HADITS YANG MENCERITAKAN NABI MUHAMMAD DIOPERASI.
Memang ada hadis yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad itu juga dioperasi. Dari pangkal dada sampai puser dibedah lalu diambil hatinya dan dicuci dengan air zam-zam yang dibawa oleh Malaikat Mikael. Lucunya lagi dalam hadis tersebut diterangkan : hatinya Nabi Muhammad itu dibersihkan dari sifat ghilin. Padahal waktu itu Muhammad telah menjadi Nabi selama 12 tahun.
Masak dalam hatinya Nabi Muhammad masih ada sifat ghilin nya ( dengki ). Kalau masih ada sifat ghilin nya ( dengki ) berarti selama itu bukanlah Nabi. Karena dalam Alqur-an diterangkan bahwa : bagi Nabi itu tidak ada sifat ghilin.
” Tidak ada Nabi itu hatinya dengki “
Yang masih ada sifat ghilin adalah kita. Mujahadah kalah kuat – hatinya sakit, usaha kalah sukses – mangkel, muridnya protol – sakit dsb.
Dan kalau dikatakan Muhammad itu dioperasi, dicuci hatinya, berarti hati Muhammad itu masih kotor. Kalau masih kotor, apa bedanya dengan kita ?
Selanjutnya setelah dioperasi kemudian diisi dengan iman, hilim, yaqin dan Islam dibawa dengan bokor emas.
Apa dalam hati Muhammad belum ada iman?, belum ada yaqin ?, belum ada Islam? dan belum ada sifat hilim?. Ini mustahil
TANGGAPAN TERHADAP PENDAPAT YANG MENYATAKAN STEMPEL KENABIAN ITU ADA SETELAH MUHAMMAD BEBERAPA TAHUN JADI NABI.
Stempel kenabian itu adanya bukan setelah Muhammad beberapa tahun jadi Nabi dan bukan untuk meresmikan kenabiannya (setelah beberapa tahun jadi Nabi) Adanya stempel Kenabian itu jauh sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi. Dan jika dikatakan Stempel Kenabian itu untuk meresmikan kenabianya ( yang sudah menjadi Nabi beberapa tahun ) berarti pendapat tersebut mengatakan bahwa : Nabi Muhammad beberapa tahun itu belum resmi, pendapat ini adalah fasik. Seperti orang yang percaya akan adanya berita qiyamat yang terjadi tanggal 9 bulan 9 tahun ’99M.
TANGGAPAN TERHADAP QISHOH YANG MENCERITAKAN BAHWA NABI MUHAMMMAD MELIHAT CALON PENGHUNI SURGA DAN NERAKA DILANGIT TINGKAT PERTAMA.
Didalam qishoh tersebut diceritakan bahwa Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam dilangit lapis pertama. Di langit tersebut Nabi Muhammad menoleh kekiri, kemudian merasa sedih karena melihat umatnya yang di neraka dan bila menoleh kekanan beliau merasa gembira karena melihat umatnya yang masuk surga. Jadi dalam qishoh tersebut, orang – orang yang calon penghuni surga dan neraka itu dilangit lapis pertama. Padahal tidak ada keterangan surga dan neraka itu adanya dilangit tingkat pertama. Yang ada ialah keterangan bahwa neraka itu dibawah / dibumi lapis ke tujuh, sedangkan kalau surga itu adanya dilangit.
Artinya ” Tidak ada masuk surga, jika tidak melewati langit “.
Padahal nanti langit itu akan dilipat, bila dilipat tentunya akan gepeng ( penyet ). Kalau begitu apakah tidak usah kesurga ? Sedangkan disurga itu buahnya pendek-pendek kalau dimakan tidak usah dikunyah.
Oleh sebab itu hendaklah hati-hati jika membahas masalah Muhammad.
About these ads