APAKAH JAUHAR ILMU ITU ?
Rosululloh bersabda :
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU `ALAIHI WASALLAM : AL `ILMU `ILMAANI FA`ILMUN FIL QOLBI FADZAALIKAL `ILMUNNAAFI` WA`ILMUN `ALAL LISAANI FADZAALIKA HUJJATULLOOHI `ALAA IBNI AADAMA.
( `An Jaabir ) Rowaahu Ibni Abii Syaibah wal Haakim.
Artinya : Bersabda Rosululloh S.A.W : ” Ilmu itu ada dua macam :
1. Ilmu yang ada didalam hati, yaitu ilmu yang bermanfaat.
2. Ilmu yang ada didalam lisan, yaitu sebagai hujjahnya anak-anak Adam “.
Jadi ilmu itu ada yang di lisan dan ada ilmu yang didalam hati.
Dan ilmu yang didalam hati atau ilmu bathin inilah yang dinamakan Jauharul Ilmi.
LARANGAN MEMBUKA JAU-HAR ILMU
Rosululloh bersabda :
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU `ALAIHI WASALLAM : `ILMUL BAATHINI SIRRUN MIN ASROORILLAAHI `AZZA WAJALLA.
(`An `Ali) Rowaahud Dailamii.
Artinya : Bersabda Rosululloh S.A.W. : ” Ilmu bathin itu suatu rahasia dari sebagian rahasia-rahasianya Alloh “.
Oleh karena Jauhar Ilmu itu didalam hati maka kalau jauhar dalam hati itu diletakkan di lisan, berarti namanya salah letak keliru pasang, dan kalau meletakkan saja tidak tahu, apalagi mengetahui ilmunya.
Orang yang sedemikian itu sebenarnya hanya penampilan saja supaya dianggap mengetahui dan ahli di bidang ilmu hakekat serta supaya orang-orang sungkan kepadanya, padahal sebenarnya dia itu tidak mengerti sedikitpun tentang ilmu bathin.
BAHAYANYA MEMBUKA JAU-HAR ILMU
Ali bin Abi Tholib R.A. mempunyai putra bernama : Husain bin Ali R.A.
Dan Husain bin Ali R.A. menurunkan Sayyid Zainal Abidin bin Husain R.A.
Adapun ibunya Sayyid Zainal Abidin (istrinya Sayyidina Husain R.A.) adalah bernama Syahzanan, Syahzanan adalah putri raja Persi Yazdajir ke III.
Dan Syahzanan wafat setelah melahirkan Sayyid Zainal Abidin.
Sayyid Zainal `Abidin R.A. bukanlah ulama` golongan, bukan ulama` partai, tetapi menjadi ulama` ummat terbesar di Madinah.
Beliau adalah ahli hakekat dan ahli syari`at.
Beliau mensyai`rkan tentang ilmu bathin, yang kemudian sya`irnya dikutip oleh Imam Ghozali R.A. didalam kitabnya Minhaajul `Abidin.
Bunyi sya`ir tersebut adalah :
YAA RUBBA JAUHARI `ILMIN LAU ABUUHU BIHI.
LAQIILA LII ANTA MIMMAN YA`BUDUL WATSANA.
WALASTAHALLA RIJAALUN MUSLIMUUNA DAMII.
YAROUNA AQBAHA MAA YAKTUUNAHU HASANA.
1.       Wahai manusia banyak, seandainya berlian ilmu itu saya buka, pastilah orang-orang akan berkata kepadaku : Engkau adalah orang yang menyembah berhala.
2. Dan pastilah orang-orang Islam menghalalkan darahku, karena mereka melihat barang yang sangat indahnya, namun barang itu dikira sangat jeleknya.
Syairnya Sayyid Zainal Abidin diatas adalah mengingatkan kepada kita semua :
” Seandainya berlian ilmu itu saya buka dihadapan orang umum maka pastilah orang-orang Islam umum itu akan menuduh saya atau menganggap saya telah menyembah berhala, dan mungkin mereka akan membunuh saya dan menghalalkan darah saya, karena berlian ilmu yang saya sampaikan itu dianggap yang paling buruk atau paling jelek.
 Oleh sebab itulah berlian ilmu itu tidak saya buka karena bisa menimbulkan fitnah yang hebat “.
Demikianlah peringatan dari Sayyid Zainal Abidin.
Jadi banyak berlian-berlian ilmu yang seandainya dibuka maka kamu akan dituduh telah menyembah berhala.
Yang hakekatnya sholeh dianggap tholeh.
Yang hakekatnya hasanat dianggap sayyi-at.
Yang hakekatnya tauhid dianggap syirik.
Sehingga darahnya dihalalkan karena memang ribuan tahun sudah mapan seperti itu.
Berdasarkan beberapa hal diatas, berarti bisa disimpulkan bahwa banyak sekali bahayanya bila membuka Ilmu Bathin atau Jauhar Ilmu.
LETAKNYA JAUHAR ILMU
Disini saya tidak menerangkan tentang hakekat Jauhar Ilmu, tetapi saya menerangkan tentang dimanakah letaknya jauhar ilmu itu.
Rosululloh bersabda :
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU `ALAIHI WASALLAM : UNZILAL QUR-AANU `ALAA SAB`ATI AHRUFIN LIKULLI HARFIN MINHAA DHOOHIRUN WABAATHINUN WALIKULLI HARFIN HADDUN WALIKULLI HADDIN MATHLA`UN.
(`an ibni mas`ud)
Hadits diatas menerangkan bahwa kalimat dalam Alqur-an itu paling banyak terdiri dari tujuh huruf :
- Ada yang terdiri dari 1 huruf umpamanya : (SHOOD).
- Ada yang kalimatnya terdiri dari 2 huruf umpamanya : (YAA SIIN), itu satu kalimat tapi hanya terdiri dari 2 huruf.
- Ada yang terdiri dari 3 huruf, umpamanya : (ALIF LAAM ROO).
- Ada yang terdiri dari 4 huruf umpamanya : (ALIF LAAM MIIM ROO).
- Ada yang terdiri dari 5 huruf umpamanya : (KAAF HAA` YAA `AIIN SHOOD).
- Ada yang terdiri dari 6 huruf.
- Ada yang satu kalimat itu terdiri dari 7 huruf.
Dan yang paling banyak itu satu kalimat terdiri dari 7 huruf : (‘ALAA SAB’ATI AHRUFIN).
Adapun tiap-tiap huruf dalam Alqur-an (bukan tiap-tiap kalimat) itu berisi empat muatan :
1). Berisi makna dhohir.
2). Berisi makna bathin.
3). Berisi hukum haqdun atau ada hukum bathinnya.
4). Ada sumber timbulnya faham.
Oleh karena kalimat -kalimat dalam Alqur-an itu tersusun dari huruf-huruf yang mempunyai muatan-muatan 4 macam tersebut, maka di tiap-tiap huruf dalam Alqur-an itu ada makna dhohirnya, ada makna bathinnya ; ada makna yang tersurat, ada makna yang tersirat, dan ada makna yang tersurukh.
Jadi JAUHAR ILMU itu letaknya di tiap-tiap huruf dibelakangnya makna yang dhohir.
 (SUBHAANALLOOH), disitu ada dhohirnya dan ada Jauhar Ilmunya.
 (ALHAMDULILLAH), ada makna dhohirnya dan ada makna bathinnya.
 (ALLOOHU AKBAR), ada makna dhohirnya dan ada makna bathinnya.
(BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM), ada makna dhohirnya dan ada makna bathinnya.
Begitu juga didalam ibadah sholat, zakat, puasa, hajji, semuanya itu ada dhohirnya dan juga ada Jauhar Bathinnya.
Tapi selama ini yang tertulis di ribuan kitab-kitab tafsir, ribuan kitab-kitab agama Islam itu hanya dhohirnya saja, seakan-akan kandungan maknanya hanya itu saja, selain makna itu tidak ada.
Oleh karena sudah umum dan ribuan tahun sudah terbiasa seperti itu sehingga dimana-mana kebanyakannya hanya memakai makna dhohir saja, akhirnya kalau ada orang yang menimbulkan makna bathin, menimbulkan Jauhar Ilmu, maka guncanglah orang umum, dan akibatnya orang yang menimbulkan Jauhar Ilmu itu dituduh menyimpang dari Islam, dituduh bertentangan dengan Islam, malah dianggap sebagai penyembah berhala, kufur, zindik, syirik, tolol, majnun, sempel, petuk, dan sederet-deret tuduhan lainnya.
Sebenarnya bukan bertentangan, tapi hanya karena mereka selama ini tidak tahu.
Contoh JAUHAR ILMU di posting-posting selanjutnya…
About these ads